AKUNTANSI KONSINYASI PDF

Bisnis Kelebihan dan Kekurangannya Sistem Penjualan Konsinyasi Dalam dunia bisnis ada banyak cara untuk mendapatkan keuntungan. Baik metode, sistem, cara, perjanjian atau apapun akan dilakukan oleh para pelaku usaha demi meningkatkan penjualan produknya. Salah satu metode yang dipakai yakni penjualan konsinyasi. Secara definisi, penjualan konsinyasi merupakan suatu perjanjian antara dua pihak dimana salah satu pihak sebagai pemilik barang menyerahkan barangnya kepada pihak tertentu untuk menjualnya dan kemudian akan mendapatkan komisi tertentu.

Author:Tushura Tauhn
Country:Timor Leste
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):13 March 2010
Pages:77
PDF File Size:5.79 Mb
ePub File Size:19.64 Mb
ISBN:893-7-18516-515-8
Downloads:35648
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Maukasa



Penjualan konsinyasi dalam pengertian sehari-hari dikenal dengan sebutan penjualan dengan cara penitipan. Di Indonesia perdagangan konsinyasi dikenal sebagai suatu bentuk perdagangan komisi. Di sini ada dua pihak yang terlibat yaitu pemilik barang sebagai konsinyor atau faktor dan penerima barang sebagai konsinyi atau pedagang komisi.

Selama barang konsinyasi belum terjual, hak milik tetap ditangan pemilik. Persediaan barang konsinyasi di gudang konsinyi adalah persediaan milik konsinyor sampai barang terjual kepihak lain. Penjualan yang dilakukan secara konsinyasi merupakan alternatif lain selain penjualan reguler, karena keberadaan penjualan konsinyasi yang berbeda dengan penjualan reguler, maka diperlukan akuntansi yang berbeda untuk penjualan konsinyasi dengan penjualan reguler, sehingga informasi yang disajikan dapat menggambarkan keadaan yang sebernarnya dan tidak menimbulkan informasi yang menyesatkan.

Didalam penjualan konsinyasi hubungan antara pihak konsinyor dan pihak konsinyi menyangkut hubungan antara pihak pemilik dan agen penjual. Terhadap penyerahan barang atas transaksi konsinyasi, pada umumnya disusun suatu kontrak atau perjanjian tertulis yang menunjukkan sifat hubungan pihak yang menerima barang-barang. Transaksi dengan cara penjualan konsinyasi mempunyai keuntungan-keuntungan tertentu dibandingkan dengan penjualan secara langsung barang-barang kepada perusahaan pengecer atau kepada pedagang.

Adapun keuntungan dengan penjualan konsinyasi bagi konsinyor, antara lain : 1. Konsinyasi merupakan suatu cara untuk lebih memperluas pasaran yang dapat dijamin oleh seorang produsen, pabrikan atau distributor , terutama apabila : a.

Barang-barang yang bersangkutan baru diperkenalkan, permintaan produk tidak menentu dan belum terkenal b. Penjualan pada masa-masa yang lalu dengan melalui dealer tidak menguntungkan c.

Harga barang menjadi mahal dan membutuhkan investasi yang cukup besar bagi pihak dealer apabial ia harus membeli barang-barang yang bersangkutan 2. Resiko-resiko tertentu dapat dihindarkan pengamanat. Harga barang yang bersangkutan tetap dapat dikontrol oleh pengamanat. Hal ini disebabkan kepemilikan atas barang tersebut masih ditangan pengamanat sehingga harga masih dapat dijangkau oleh konsumen 4.

Jumlah barang yang dijual dan persediaan barang yang ada digudangkan mudah dikontrol sehingga resiko kekurangan atau kelebihan barang dapat ditekan dan memudahkan untuk rencana produksi Sedangkan bagi komisioner lebih menguntungkan dengan cara penjualan konsinyasi karena alasan-alasan sebagai berikut : 1.

Komisioner tidak dibebani resiko menanggung kerugian bila gagal dalam penjualan barang-barang konsinyasi 2. Kebutuhan akan modal kerja dapat dikurangi, sebab komisioner hanya berfungsi sebagai penerima dan penjual barang konsinyasi untuk pengamanat 4.

Komisioner berhak mendapatkan komisi dari hasil penjualan barang konsinyasi Dengan tetap mengendalikan harga eceran produk, konsinyor mengharapkan penjualannya dapat meningkat karena konsinyi ahli di bidang perdagangan barang yang bersangkutan. Pihak konsinyi, tanpa risiko kerusakan barang, fluktuasi harga dan biaya modal kerja, dapat meningkatkan penghasilannya dari hasil komisi penjualan barang konsinyasi. Pada prinsipnya pendapatan dalam konsinyasi diakui pada saat penjualan terhadap barang-barang konsinyasi dilakukan oleh konsinyi kepada pihak ketiga.

Jika konsinyor membutuhkan laporan penjualan dan untuk mengetahui laba atau rugi penjualan barang-barang konsinyasi, maka pencatatannyaharus diselenggarakan terpisah dari transaksi penjualan reguler. Ada dua metode penentuan laba rugi barang konsinyasi, yaitu : 1. Laba Ditentukan Tersediri Di sini pencatatan konsinyasi dilakukan dengan buku-buku tersendiri, terpisah dari pencatatan pembelian dan penjualan lainnya. Konsinyi mengakui laba penjualan konsinyasi sebelum menyusun laporan keuangan pada akhir periode dengan mendebet konsinyasi-masuk dan mengkredit pendapatan komisi atau laba penjualan konsinyasi.

Konsinyor harus menerima akun penjualan pada akhir tahun buku untuk mencatat laba atau rugi penjualan barang konsinyasi. Laba Tidak Ditentukan Tersendiri Di sini pencatatn konsinyasi tidak dipisahkan dari pembelian dan penjualan lainnya.

Jika jurnal pada saat barang konsinyasi dijual mengakui pembelian atau harga pokok barang yag dijual dan kewajiban kepada konsinyor, konsinyi tidak perlu menjurnal diakhir periode. Konsinyor mencatat potongan hasil penjualan oleh konsinyi ke akun beban yang bersangkutan. Jika barang konsinyi tidak semua terjual sampai akhir periode maka beban juga ditangguhkan pada barang konsinyasi yang belum terjual.

Kas di debet atas kiriman uang dari konsinyi atau piutang di debet untuk jumlah yang tunai dari konsinyi, akun beban di debet untuk pembebanan oleh konsinyi atas barang yang telah terjual, barang dalam konsinyasi di debet untuk pembebanan konsinyi atas barang yang belum terjual, dan penjualan di kredit untuk total penjualan konsinyasi. Harga pokok konsinyor Rp. Atas kejadian ini : Gere mencatat dalam ribuan rupiah : Laba konsinyasi dihitung terpisah Laba konsinyasi dihitung tidak terpisah Memorandum.

Diterima 10 buah TV konsinyasi dari Weta untuk dijual Rp. Biaya pengangkutan diganti Memorandum. Dikirim 10 buah TV konsinyasi kepada Gere untuk dijual Rp. Pengangkutan ke konsinyi Rp.

KERALA MAHATMYAM PDF

Pencatatan Akuntansi Dalam Perusahaan Konsinyasi yang Harus Anda Ketahui!

Disini ada dua pihak yang terlibat yaitu: pemilik barang sebagai consignor dan penerima barang sebagai consignee. Selama barang konsinyasi belum terjual, hak milik barang berada di pihak consignor. Salah satu tujuan dilakukannya penjualan secara konsinyasi adalah untuk memperluas daerah pemasaran, sehingga diharapkan akan meningkatkan volume penjualan, dan pada akhirnya dapat meningkatkan laba perusahaan. Penjualan yang dilakukan secara konsinyasi merupakan alternatif lain, selain penjualan reguler.

GAINSHARE PPT PDF

PENGAKUAN PENDAPATAN PENJUALAN KONSINYASI

Consignee menerima barang dagang dan setuju untuk melakukan pemeliharaan dan penjualan barang tersebut. Kas yang diterima dari pelanggan lalu dikirimkan kepada consignor oleh consignee, setelah dikurangi oleh komisi penjualan serta beban yang dapat dikenakan. Pengakuan pendapatan yang digunakan oleh consignor yaitu pendapatan diakui hanya setelah consignor menerima pemberitahuan penjualan dan dilakukan pengiriman kas dari consignee. Dalam penjualan barang dagang tersebut, consignee memiliki kewajiban untuk menyerahkan sejumlah hasil bersih kepada consignor. Consignor secara teratur menerima dari consignee sebuah laporan penjualan yang isinya menjelaskan barang dagang yang diterima, dijual, beban yang dapat dikenakan dari konsinyasi, serta kas yang dikirimkan.

FUNDAMENTALS OF CANADIAN NURSING KOZIER PDF

AKUNTANSI PENJUALAN KONSINYASI PDF

Akuntansi Keuangan Lanjutan 1 Konsinyasi Pengertian Konsinyasi Konsinyasi consignment menurut Hadori Yunus — Harnanto adalah suatu perjanjian dimana salah satu pihak yang memiliki barang menyerahkan sejumlah barangnya kepada pihak tertentu untuk dijualkan dengan memberikan komisi tertentu. Pemilik yang memiliki barang atau yang menitipkan barang disebut pengamanat consignor , sedang pihak yang dititipi barang disebut disebut komisioner consignee. Bagi pengamanat barang yang dititipkan kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga dan persyaratan tertentu biasa disebut sebagai barang-barang konsinyasi consignment out , sedangkan bagi pihak penerima barang-barang ini disebut dengan barang-barang komisi consignment in. Dalam transaksi konsinyasi penyerahan barang dari pengamanat kepada komisioner tidak diikuti dengan penyerahan hak milik atas barang yang bersangkutan. Hak milik akan berpindah dari pengamanat apabila komisioner telah berhasil menjual barang tersebut kepada pihak ketiga. Terdapat perbedaan prinsipal antara transaksi penjualan dengan transaksi konsinyasi.

Related Articles