ASEP HAERUL GANI PDF

July 3, Seberapa banyak, seberapa sering, reaksimu terhadap peristiwa di masa kini dipengaruhi oleh masa lalu? Itu adalah pertanyaan krusial yang muncul dalam benak saya setelah mengikuti workshop Forgiveness Therapy FT bersama Asep Haerul Gani, psikolog beliau akrab dipanggil Kang Asep selama dua hari di bulan Juni. Kenapa saya begitu? Kenapa respon saya seperti ini? Kenapa orang bertindak demikian?

Author:Goltigami Grolar
Country:Solomon Islands
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):7 March 2016
Pages:273
PDF File Size:11.85 Mb
ePub File Size:2.77 Mb
ISBN:432-4-58507-733-1
Downloads:67921
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gardalabar



July 3, Seberapa banyak, seberapa sering, reaksimu terhadap peristiwa di masa kini dipengaruhi oleh masa lalu? Itu adalah pertanyaan krusial yang muncul dalam benak saya setelah mengikuti workshop Forgiveness Therapy FT bersama Asep Haerul Gani, psikolog beliau akrab dipanggil Kang Asep selama dua hari di bulan Juni. Kenapa saya begitu? Kenapa respon saya seperti ini? Kenapa orang bertindak demikian?

Tema ini bukan hal baru, mengingat suami saya beberapa kali menyebut tema ini berikut istilah-istilah di dalamnya dalam percakapan kami. Well, berhubung saya adalah tipe yang-seringkali-terlalu-banyak-nanyak-dan-nggak-lantas-percayaan, jadilah beberapa teori yang ia jelaskan justru menjadi pertanyaan yang terus-menerus saya pertanyakan dalam diri. Nggak harus ada alasannya. Ternyata saya salah.

Pasca workshop FT, saya membaca beberapa buku terkait tema tersebut, browsing gugel, sambil refleksi diri. Yang membuat saya lebih takjub lagi adalah masa lalu, past, kata atau tema yang banyak mendominasi tulisan saya di blog saat masih rajin ngeblog, hehehe , technically bukan hanya sekedar peristiwa, bukan hanya kenangan yang jleb over gitu aja, segampang bilang forget the past and move on.

Aslik nggak! Masa lalu ternyata hidup dalam bentuk emosi, dan unfortunately, ia sering bahkan sangat sering menampakkan dirinya di masa kini, meski lebih sering tidak kita sadari. Efeknya bukan hanya reaksi emosi namun juga rentetan peristiwa yang kita alami.

Kalau istilah psikologinya sih unfinished business. Orang yang kerjanya nggak betah alias jadi kutu lompat, pindah kerja sana-sini. Orang yang melulu punya masalah dengan percintaan atau hubungan personal lainnya. Seriously, kita seringkali nggak sadar, atau bahkan nggak percaya. Kenyataanya, banyak peristiwa berulang yang merupakan manifestasi dari emosi di masa lalu.

Untuk referensi yang lebih banyak, silakan gugel dengan kata kuci: unfinished business, inner child, forgiveness therapy, and any like-terms. Ngeri-ngeri sedap, cuy! Salah satu penjelasan Kang Asep yang saya suka adalah perihal dzhalim terhadap diri sendiri.

Dzalim yang muncul akibat ulah sendiri, emosi negatif yang menguasai, reaksi berlebihan terhadap hal-hal sederhana yang skenario-nya diimprovisasi sedemikian dramatis dan diputar berkali-kali. Duh Gusti, kami dzolim! Rabbana dzolamna anfusana……. Suamik: The man behind this great workshop! Pelan-pelan saya mulai lebih mudah me-recall memori masa lalu dan menemukan jawaban atas beberapa reaksi saya terhadap sebuah peristiwa.

Uniknya, beberapa recalled moments justru muncul dari masa-masa dimana saya ada di usia pra-sekolah dan SD. You know, I love recalling past, but at this time, saya melihat masa lalu sebagai sebuah dimensi yang istimewa, bukan sekedar ingat-kemudian-tetiba-nangis- seperti yang sudah-sudah.

Berikut adalah beberapa personal note yang saya dapat dari workshop FT selama dua hari tersebut. Ulasan lainnya bisa teman-teman gugel sendiri dengan keyword setema.

Kita seringkali mengaku telah memaafkan, merasa telah memaafkan, meyakinkan diri telah memaafkan, padahal nyatanya BELUM. Ini adalah PR masing-masing orang. Tapi, apa benar iya? Apakah kita sudah benar-benar memaafkan? Ingat, efek jangka panjangnya bukan pada orang lain, tapi diri kita sendiri.

Work on it. Kita banyak menolak, meragukan, tidak percaya, merasa tidak butuh, merasa lebih tahu, akan hal-hal yang sebetulnya penting untuk diri kita sendiri.

This is a special note for me. Well, mungkin juga sikap saya di poin dua ini dipicu oleh skema masa lalu, hehehe. Justru hal di atas menjadi pecut untuk membaca lebih banyak, belajar lebih banyak, bergaul lebih banyak, be open minded. Once I found the truth, it always felt like a slap on my face. And I loved it! Semua orang adalah guru. Semua orang, lepas dari apapun identitas yang lekat padanya, punya belantaranya masing-masing.

Baik atau buruk, suka atau tidak suka, orang-orang yang dipertemukan dengan kita adalah guru untuk belajar. Jika sudah bicara belantara, maka tangguhlah dan nikmati petualangan dalam belantaramu!

Kita adalah kunci pada segala yang ada di sekitar kita. Your positivity will attract positive things and vice versa. Bergerak bareng, kuy! Self-Exploration, Self-Discovery Lebih tepatnya saya nggak tahu mau pakai istilah apa. Namun ternyata menarik ketika kita bisa keluar dari ke-aku-an kita, dan melihat diri dari dimensi berbeda. Mencoba mengeksplor emosi masa lalu, mengingat kembali apa-apa saja yang pernah terjadi, respon kita terhadapnya, etc..

It is a huge thing! Ini sebenarnya sebagai reminder bahwa setiap hari kita memang butuh waktu untuk refleksi, as we always read in theory. Poin ini yang membuat saya banyak me-recall masa lalu. Cognitively aware and curiously learn terhadap apa yang pernah saya alami di masa lalu hingga menimbulkan respon tertentu di masa kini Kapan kita dikatakan memaafkan?

Berteman dengan masa lalu? Saat kita mengingat, mengenang, atau bercerita tentang hal-hal tidak mengenakkan tanpa melibatkan emosi negatif, tanpa perubahan biologis dalam tubuh, no more nyesek, no more self-pity. Semua berganti respon positif. Coba recheck kembali emotional state kita saat mengingat peristiwa tidak mengenakkan. Kenali Cluritmu! Peristiwa buruk yang dianalogikan seperti clurit oleh Kang Asep bisa menjelma dalam berbagai bentuk yang dipicu oleh aneka momen dengan ragam emosi saat itu: marah, dendam, sedih, kecewa, merasa tak berharga, tak dianggap, etc..

Itu semua adalah clurit! Itu semua harus pelan-pelan dikenali untuk kemudian dimaafkan! Dirasakan, dinikmati, hingga meosi negatif itu mengalir keluar. Afirmasi Positif, Good or Bad? Afirmasi positif itu baik, namun tak jarang hanya menjadi perban luka semata sehingga perbannya harus terus-menerus ditambal agar tak bocor. This not gonna happen, kalau lukanya diobati dulu, dikeluarkan nanahnya, ditunggu kering.

Jika sudah demikian maka afirmasi positif mampu menjadi magic spell. Saya kerapkali merasa sudah baik dengan banyak melakukan afirmasi positif. Nyatanya saat dikulik masih nyesek. I love me more…. Terima kasih, Allah.. Di titik manapun kami berada nanti ya Allah, ingatkan kami, bahwa tidak ada secuil urusan pun yang lepas dari campur tangan-Mu.

Kau percayakan kami untuk membuat pilihan-pilihan, menjalani keputusan, Kau izinkan kami memaksimalkan usaha, lalu Kau menggenapi-Nya dengan Rahman-Rahim Mu. Jadikan kami, keluarga kami, anak keturunan kami, manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk di semesta raya.. I love me! Nuhun, Kang Asep atas ilmunya Closing statement untuk workshop ini thumbs up alias keren banget! Nuhun, Kang Asep, yang sudah membangunkan salah satu bagian dari diri ini. Buat yang butuh Power Point workshop forgiveness therapy-nya Kang Asep, feel free to leave comment atau email.

Untuk hal-hal lain terkait Kang Asep, semisal mau beli buku atau ikut aneka workshop-nya langsung cek kontak beliau aja. Kuy, belajar memaafkan!

COMPENDIO DE ANATOMIA DE TESTUT PDF

Jaga Anak Anda Dari Predator Sex - Buku Gratis dari pak Asep Haerul Gani, Psikolog

Perlukah Bicara Lugas Kepada Anak? Apa yg perlu dilakukan Ortu kala Anak mengakses Pornografi? Belajar frasa membeo Parrot Phrasing 8. Hypnosis itu Mistik, Suerrr! Hypnosis itu Haram! Bagaimana melakukan pendekatan kepada anak, sehingga anak menurut?

CCDA 640-864 OFFICIAL CERT GUIDE 4TH EDITION PDF

ASEP HAERUL GANI PDF

Do not feel baffled or overwhelmed if your child is diagnosed That haegul an ancient method of native Indonesian to learn martial arts or for self defense. Koleksi Buku AWG Institute This section is aimed at being a comprehensive database of support services for Autism, including centers, associations, and special schools for autism. You can explore the directory to find special schools, doctors, therapists and other Autism related services in your area city, state or country. With combined awareness and qsep mind we can utilize the somatic mind to learn something new or even to know something we do not know beforehand. To find out more, including how to control cookies, see here: Taught from generation to generation using a spiritual approach or even use supernatural powers approuch to know, to learn and to practice martial art. Later we often hold seminars and training courses with our instructors: Leave a Reply Cancel reply Enter your comment here Asp are a great way not only to engage your child, but also Do you ever know in Indonesia there is a tool to learn and to practice martial art more quickly and easily? Powered by ChronoForms — ChronoEngine.

LG290C MANUAL PDF

Forgiveness Therapy: Sudahkah Kita (Benar-Benar) Memaafkan?

.

Related Articles