ASKEP TRAUMA TUMPUL ABDOMEN PDF

Etiologi: Penyebab dari terjadinya akut abdomen antara lain : Trauma abdomen, seperti : trauma tumpul abdomen, trauma tajam pada abdomen. Penyakit infeksi seperti : peritonitis, pecahnya appendisitis. Pengkajian: Riwayat : 1. Usia : sangat bermagna dalam menentukan kemungkinan penyebab akut 2. Nyeri : gejala utama untuk akut abdomen: a Bilamana dan bagaimana mulainya tiba-tiba, mulai secara cepat, berangsur , b c d e f tanyakan kapan makan yang terakhir. Muntah : Waktu mulai, frekuensi, sifat Defekasi : a b c d Diare Konstipasi : berkurangnya gerakan usus besar.

Author:Jugrel Nanos
Country:Algeria
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):23 September 2011
Pages:474
PDF File Size:19.79 Mb
ePub File Size:5.60 Mb
ISBN:966-7-48672-963-4
Downloads:52904
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tygogore



Trauma tumpul trauma perut tanpa penetrasi kedalam rongga peritonium. Kehilangan darah. Kerusakan organ-organ. Lambat : infeksi Smeltzer, Kateter dipasang untuk mengosongkan kandung kencing dan menilai urin yang keluar perdarahan. Pengkajian pasien trauma abdomen Smeltzer, adalah meliputi : 1. Inspeksi abdomen untuk tanda cedera sebelumnya : cedera tusuk, memar, dan tempat keluarnya peluru. Adanya bising usus adalah tanda awal keterlibatan intraperitoneal ; jika ada tanda iritasi peritonium, biasanya dilakukan laparatomi insisi pembedahan kedalam rongga abdomen.

Kaji pasien untuk progresi distensi abdomen, gerakkan melindungi, nyeri tekan, kekakuan otot atau nyeri lepas, penurunan bising usus, hipotensi dan syok. Kaji cedera dada yang sering mengikuti cedera intra-abdomen, observasi cedera yang berkaitan. Catat semua tanda fisik selama pemeriksaan pasien. Trauma tumpul abdomen Dapatkan riwayat detil jika mungkin sering tidak bisa didapatkan, tidak akurat, atau salah.

Lakukan pemeriksaan cepat pada seluruh tubuh pasienuntuk mendeteksi masalah yang mengancam kehidupan. Mulai prosedur resusitasi memperbaiki jalan napas, pernapasan, sirkulasi sesuai indikasi. Pertahankan pasien pada brankar atau tandu papan ; gerakkan dapat menyebabkan fragmentasi bekuan pada pada pembuluh darah besar dan menimbulkan hemoragi masif.

Kaji tanda dan gejala hemoragi. Hemoragi sering menyertai cedera abdomen, khususnya hati dan limpa mengalami trauma. Kontrol perdarahan dan pertahanan volume darah sampai pembedahan dilakukan.

Aspirasi lambung dengan selang nasogastrik. Prosedur ini membantu mendeteksi luka lambung, mengurangi kontaminasi terhadap rongga peritonium, dan mencegah komplikasi paru karena aspirasi. Tutupi visera abdomen yang keluar dengan balutan steril, balutan salin basah untuk mencegah nkekeringan visera. Pasang kateter uretra menetap untuk mendapatkan kepastian adanya hematuria dan pantau haluaran urine. Pertahankan lembar alur terus menerus tentang tanda vital, haluaran urine, pembacaan tekanan vena sentral pasien bila diindikasikan , nilai hematokrit, dan status neurologik.

Siapkan untuk parasentesis atau lavase peritonium ketika terdapat ketidakpastian mengenai perdarahan intraperitonium. Siapkan sinografi untuk menentukan apakah terdapat penetrasi peritonium pada kasus luka tusuk. Berikan profilaksis tetanus sesuai ketentuan. Berikan antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi. Siapkan pasien untuk pembedahan jika terdapat bukti adanya syok, kehilangan darah, adanya udara bebas dibawah diafragma, eviserasi, atau hematuria.

Diagnosa keperawatan pada pasien dengan trauma abdomen Wilkinson, adalah : 1. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan cedera tusuk. Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan gangguan integritas kulit. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum.

Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan Effendi, Intervensi dan implementasi keperawatan yang muncul pada pasien dengan trauma abdomen Wilkinson, meliputi : 1. Kerusakan integritas kulit adalah keadaan kulit seseorang yang mengalami perubahan secara tidak diinginkan. Tujuan : Mencapai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai.

Kriteria Hasil : - tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus. Intervensi dan Implementasi : a. Kaji kulit dan identifikasi pada tahap perkembangan luka. Kaji lokasi, ukuran, warna, bau, serta jumlah dan tipe cairan luka.

Pantau peningkatan suhu tubuh. Berikan perawatan luka dengan tehnik aseptik. Balut luka dengan kasa kering dan steril, gunakan plester kertas. Jika pemulihan tidak terjadi kolaborasi tindakan lanjutan, misalnya debridement. Setelah debridement, ganti balutan sesuai kebutuhan. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. Risiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan perifer, perubahan sirkulasi, kadar gula darah yang tinggi, prosedur invasif dan kerusakan kulit.

Kriteria hasil : - tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus. Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik. Lakukan perawatan terhadap prosedur invasif seperti infus, kateter, drainase luka, dll.

Jika ditemukan tanda infeksi kolaborasi untuk pemeriksaan darah, seperti Hb dan leukosit. Kolaborasi untuk pemberian antibiotik. Nyeri adalah pengalaman sensori serta emosi yang tidak menyenangkan dan meningkat akibat adanya kerusakan jaringan aktual atau potensial, digambarkan dalam istilah seperti kerusakan ; awitan yang tiba-tiba atau perlahan dari intensitas ringan samapai berat dengan akhir yang dapat di antisipasi atau dapat diramalkan dan durasinya kurang dari enam bulan.

Tujuan : nyeri dapat berkurang atau hilang. Kriteria Hasil : - Nyeri berkurang atau hilang - Klien tampak tenang. Observasi tanda-tanda vital. Intoleransi aktivitas adalah suatu keadaaan seorang individu yang tidak cukup mempunyai energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau memenuhi kebutuhan atau aktivitas sehari-hari yang diinginkan.

Tujuan : pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas. Kriteria hasil : - perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri. Rencanakan periode istirahat yang cukup. Berikan latihan aktivitas secara bertahap.

Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhan. Setelah latihan dan aktivitas kaji respons pasien. Hambatan mobilitas fisik adalah suatu keterbatasan dalam kemandirian, pergerakkan fisik yang bermanfaat dari tubuh atau satu ekstremitas atau lebih. Tujuan : pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal.

Kriteria hasil : - penampilan yang seimbang.. Kaji kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan. Tentukan tingkat motivasi pasien dalam melakukan aktivitas.

Ajarkan dan pantau pasien dalam hal penggunaan alat bantu. Ajarkan dan dukung pasien dalam latihan ROM aktif dan pasif. Kolaborasi dengan ahli terapi fisik atau okupasi. EVALUASI Evaluasi addalah stadium pada proses keperawatan dimana taraf keberhasilan dalam pencapaian tujuan keperawatan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan atau intervensi keperawatan ditetapkan Brooker, Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan trauma abdomen adalah : 1.

Mencapai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai. Nyeri dapat berkurang atau hilang. Pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas.

Pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal. Kamus Saku Keperawatan Ed. Kamus Kedokteran. Kumpulan Kuliah Ilmu bedah. EGC : Jakarta.

MANUAL DE APLICAO DO RSECE PDF

Materi Askep Gawat Darurat Akut Abdomen

Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan abdomen harus sistematis, meliputi pemeriksaan inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi. Tanda memar akibat sabuk pengaman, yakni luka memar atau abrasi perut bagian bawah sangat berhubungan dengan kondisi patologis intraperitoneal. Pemeriksaan rektal harus dilakukan untuk mencari bukti cedera penetrasi akibat patah tulang panggul dan feses di evaluasi adanya darah kotor pada feses. Pemeriksaan fungsi perkemihan dilakukan terutama adanya tanda dan riwayat trauma panggul yang bisa mencederai uretra dan kandung kemih.

ANNE OSBORN DIAGNOSTIC NEURORADIOLOGY PDF

ASKEP TRAUMA ABDOMEN

Ada berbagai istilah lain seperti sepsis berat yaitu sepsis yang disertai dengan satu atau lebih disfungsi organ akut, hipoperfusi atau hipotensitermasuk asidosis laktat, oligouria dan penurunan kesadaran. Observasi fungsi pernapasan, catat frekuensi pernapasan, dispnea atau perubahan tanda-tanda vital. Trauma Abdomen Feel free to visit my web page: Nyeri insisi bermakna pada pasca operasi awal, diperberat oleh abomen, batuk, distensi abdomen, mual. I wonder how so much attempt you place to create one of these tkmpul informative web site. Sistem Muskuloskeletal Nyeri pada luka operasi timbul akibat terputusnya kontinuitas jaringan serta adanya spasme otot, terjadi penekanan pada pembuluh darah yang mengakibatkan metabolisme anaerob sehingga menghasilkan asam laktat, hal ini mengakibatkan terjadinya gangguan pergerakan otot persendian sehingga aktivitas sehari-hari dapat terganggu. Please let me know if you run into anything. Will probably be again to get more.

EL PODER DE LA ESPOSA QUE ORA STORMIE OMARTIAN PDF

Bentuk lonjong dan meluas dari atas diafragma sampai pelvis dibawah. Rongga abdomen dilukiskan menjadi dua bagian — abdomen yang sebenarnya, yaitu rongga sebelah atas dan yang lebih besar, dan pelvis yaitu rongga sebelah bawah dab kecil. Batasan — batasan abdomen. Di atas, diafragma, Di bawah, pintu masuk panggul dari panggul besar. Di depan dan kedua sisi, otot — otot abdominal, tulang —tulang illiaka dan iga — iga sebelah bawah. Di belakang, tulang punggung, dan otot psoas dan quadratrus lumborum. Isi Abdomen.

PRINCIPLES OF NEUROPSYCHOLOGY ZILLMER 2ND EDITION PDF

Bentuk lonjong dan meluas dari atas diafragma sampai pelvis dibawah. Rongga abdomen dilukiskan menjadi dua bagian — abdomen yang sebenarnya, yaitu rongga sebelah atas dan yang lebih besar, dan pelvis yaitu rongga sebelah bawah dab kecil. Batasan — batasan abdomen. Di depan dan kedua sisi, otot — otot abdominal, tulang —tulang illiaka dan iga — iga sebelah bawah. Di belakang, tulang punggung, dan otot psoas dan quadratrus lumborum. Isi Abdomen. Sebagaian besar dari saluran pencernaan, yaitu lambung, usus halus, dan usus besar.

Related Articles