BUDIDAYA CACING SUTRA PDF

Cara Mengobati Kelinci Perkembangbiakan Cacing Sutra Karena cacing sutra adalah golongan hewan berkelamin ganda atau biasa dikenal dengan istilah hermafrodit, perkembangbiakan cacing sutra adalah dengan cara bertelur dan juga memerlukan sperma dari cacaing yang lain agar seltelur dapat terbuahi hingga pada akhirnya bisa menetas. Telur dari cacing sutra akan dibentuk dalam sebuah konkon. Konkon ini adalah sejenis tempat pembuahan yang berbentuk sebuah bangunan bukat telur, dengan diameter 0. Tubuh dari cacing sutra ini memiliki panjang sekitar 1 hingga 2. Telur — telur yang ada di dalam tubuh otomatis akan melakukan proses pembelahan, dan akan berkembang selanjutnya berubah menjadi segmen — segmen.

Author:Shagami Shakalar
Country:Sao Tome and Principe
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):15 February 2012
Pages:241
PDF File Size:15.56 Mb
ePub File Size:2.67 Mb
ISBN:174-2-93685-478-8
Downloads:68963
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kir



Cara Mengobati Kelinci Perkembangbiakan Cacing Sutra Karena cacing sutra adalah golongan hewan berkelamin ganda atau biasa dikenal dengan istilah hermafrodit, perkembangbiakan cacing sutra adalah dengan cara bertelur dan juga memerlukan sperma dari cacaing yang lain agar seltelur dapat terbuahi hingga pada akhirnya bisa menetas.

Telur dari cacing sutra akan dibentuk dalam sebuah konkon. Konkon ini adalah sejenis tempat pembuahan yang berbentuk sebuah bangunan bukat telur, dengan diameter 0.

Tubuh dari cacing sutra ini memiliki panjang sekitar 1 hingga 2. Telur — telur yang ada di dalam tubuh otomatis akan melakukan proses pembelahan, dan akan berkembang selanjutnya berubah menjadi segmen — segmen. Embrio dari cacing sutra akan keluar selama beberapa hari setelah berada di konkon. Para induk cacing sutra yang dapat mengeluarkan telur dan menghasilkan konkon yang nantinya akan menetas dan berkembang menjadi cacing — cacing sutera selanjutnya.

Lama proses pembuahan hingga menetas adalah sekitar 40 hingga 45 hari. Sedangkan sebuah konkon dapat menampung atau menghasilkan sebanyak 4 hingga 5 butir telur cacing. Butuh waktu sekitar 10 hingga 15 hari agar telur yang berada di dalam konkon dapat menetas menjadi embrio cacing. Sedangkan untuk daur hidup dari cacing sutra sendiri adalah kisaran 50 hingga 57 hari.

Ini terhitung ketika embrio cacing masih disimpan didalam konkon hingga menetas menjadi seekor cacing sutra dewasa. Dan hebatnya cacing sutra bahkan dapat bertahan ditempat yang mengalami kekeringan dengan maksimal waktu 14 hari. Syarat dan Habitat Cacing Sutra Cacing sutra adalah jenis cacing yang memiliki ukuran serta bentuk yang kecil nan ramping yang panjangnya hanya sekitar 1 hingga 2. Karena itulah cacing sutra ini sering di panggil sebagai cacing rambut.

Cacing ini tergolong kedalam jenis Nematoda dan hidup didasar perairan tawar yang berada di daerah sub tropis maupun daerah tropis. Merupakan salah satu jenis dari benthos yang mempunyai saluran pencernaan dengan tubuh yang beruas — ruas. Walaupun jenis cacing sutra ini dapat hidup di perairan tawar yang memiliki air jernih, namun tempat yang paling disukai adalah dasar perairan yang mengandung bahan organik dan juga berlumpur. Karena makan utama cacing sutra adalah bagian — bagian dari bahan organik yang telah mengendap serta terurai di dasar perairan tawar tersebut.

Habitat dari cacing sutra ini adalah subtract lumpur yang memiliki kedalam dari 0 hingga 4 cm. Cacing — cacing sutra ini akan mulai berkembang biak setelah 7 hingga 11 hari. Karena air memiliki peranan yang sangat penting bagi perkembang biakan cacing — cacing sutra ini, maka cacing ini sangat menyenangi air dan apabila ingin membudidayakannya, maka kualitas air yang pas adalah : Memiliki suhu yang berada diantara 25 hingga 28 drajat C.

Sebaiknya di budidayakan pada pH air 5. Kapasitas oksigen terlarut atau DO nya adalah sebanyak 2. Makanan Pokok Cacing Sutra Cacing sutra dapat mencerna berbagai jenis bahan orgaik yang telah terurai, namun untuk kualitas terbaik makan bahan organik yang telah terfermentasi akan meningkatkan kandungan dari nutrisi yang tentunya baik untuk perkembangbiakan para cacing sutra.

Pada dasarnya alam dapat melakukan fermentasi dari bahan organik secara alami. Fermentasi bahan organik secara alami ini akan menghasilkan berbagai jenis ganggang yang memilki vilamen, beberapa pakan alami seperti yoo[lankton, fittoplankon dan berbagai mikro organisme lainnya.

Sedangkan makanan cacing sutra lainnya yang juga efektif adalah ampas tahu yang telah mengalami proses fermentasi. Karena ampas tahu jenis ini akan menjadi lebih lembek dan steril. Sedangkan untuk campuran pakan alami lainnya dapat berupa tepung ikan, buah -buahan dan berbagai jenis bahan lain yang tidak sulit dijangkau.

RODOLFO KUSCH OBRAS COMPLETAS PDF

BUDIDAYA CACING SUTRA

October 13, Bagi anda peternak ikan pasti tahu dengan hewan yang satu ini, yaitu cacing sutra atau biasa disebut dengan cacing rambut. Cacing rambut atau cacing sutra sendiri memiliki tubuh yang sangat lunak dan lembut seperti halnya sutra ataupun rambut dengan ukuran yang sangat kecil disbanding dengan cacing ukuran jenis lainnya. Cacing ini juga termasuk ke dalam kelompok cacing- cacingan yang biasanya disebut Tubifex sp dalam ilmu sain. Cenderung lebih kecil dan pendek, cacing sjutra memiliki ukuran kurang lebih sekitar 1 hingga 2 cm dan berwarna kemerah- merahan. Cacing ini juga hidup secara berkelompok atau berkoloni, sehingga jika diletakkan dalam suatu wadah, bentuknya akan menyerupai gumpalan ataupun koloni kemerahan yang melambai- lambai.

BASIC WELL LOG ANALYSIS KRYGOWSKI PDF

6 Cara Budidaya Cacing Sutra Paling Mudah

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat kebutuhan cacing sutra semakin tinggi dengan jumlah produksi cacing dalam negeri masih sangat rendah. Tengok saja para pebisnis ikan hias dan usaha pembenihan, mereka semua sangat tergantung pada ketersedian cacing sutra. Sebetulnya pakan pengganti cacing sutra sudah tersedia di pasaran, namun sebagian besar para pebisnis ikan menganggap peran cacing sutra belum tergantikan sampai sekarang. Cacing sutra Tubifex biasanya sering disebut dengan cacing rambut atau cacing darah karena warnanya sendiri menyerupai darah. Untuk ukuran cacing ini memang tergolong sangat kecil, mengingat ukurannya hampir dengan rambut dengan panjang sekitar cm. Cacing ini hidupnya membentuk koloni seperti semut, di perairan yang jernih kaya akan bahan organik.

EVROPSKI IZVESTAJ O SAOBRACAJNOJ NEZGODI PDF

Cara Budidaya Cacing Sutra Praktis dan Menguntungkan

.

Related Articles