ASKEP HERPES ZOSTER PDF

Latar Belakang. Herpes zoster telah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Herpes zoster adalah infeksi virus pada kulit. Herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama dengan varisela, yaitu virus varisela zoster.

Author:Zolobei Tygojas
Country:Cambodia
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):5 July 2006
Pages:224
PDF File Size:9.62 Mb
ePub File Size:10.88 Mb
ISBN:325-8-32357-678-3
Downloads:28917
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zolozragore



Setres D. Tanda dan Gejala Daerah yang paling sering terkena adalah daerah thorakal. Frekuensi penyakit inipada pria dan wanita sama. Sedangkan mengenai umur lebih sering pada orang dewasa. Sebelum timbul gejala kulit terhadap gejala prodromal baik sistemik seperti demam,pusing, malaise maupun lokal seperti nyeri otot-tulang, gatal, pegal dan sebagainya.

Vesikel ini berisi cairan jernih kemudian menjadi keruh berwarna abu-abu dapat menjadi pastala dan krusta. Kadang vesikel mengandung darah yang disebut herpeszoster haemoragik dapat pula timbul infeksi sekunder sehingga menimbulkan ulkusdengan penyembuhan berupa sikatriks. Massa tunasnya hari. Massa aktif penyakitini berupa lesi-lesi baru yang tetap timbul berlangsung kurang lebih minggu. Disamping gejala kulit dapat juga dijumpai pembesaran kelenjar geth bening regional.

Lokalisasi penyakit ini adalah unilateral dan bersifat dermatomal sesuai dengantempat persyarafan. Pada susunan saraf tepi jarang timbul kelainan motorik tetapi padasusunan saraf pusat kelainan ini lebih sering karena struktur ganglion kranialismemungkinan hal tersebut.

Hiperestesi pada daerah yang terkena memberi gejala yangkhas. Kelainan pada muka sering disebabkan oleh karena gangguan pada nervustrigeminus atas nervus fasialis dan otikus. Herpes zoster oftalmikus disebabkan oleh infeksi cabang-cabang pertana nervustrigeminus. Sehingga menimbulkan kelainan pada mata, disamping itu juga cabang keduadan ketiga menyebabkan kelainan kulit pada daerah persyarafannya.

Sindrom RamsayHunt diakibatkan oleh gangguan nervus fasalis dan otikus sehingga menyebabkanpengelihatan ganda paralisis otot muka Paralisis Bell , kelainan kulit yang sesuai dengantingkat persyarafan, tinnitus vertigo, gangguan pendengaran, nistagmus, nausea, dangangguan pengecapan. Herpes zoster abortif artinya penyakit ini berlangsnug dalamwaktu yang singkat dan kelainan kulit hanya berupa vesikel dan eritema.

Pada Herpes Zoster generalisata kelainan kulitnya unilateral dan segmentalditambah kelainan kulit yang menyebar secara generalisa berupa vesikel yang solitar danada umbilikasi. Nauralgia pasca laterpetik adalah rasa nyeri yang timbul pada daerahbekas penyembuhan.

Nyeri ini dapat berlangsung sampai beberapa bulan bahkanbertahun-tahun dengan gradasi nyeri yang bervariasi. Hal ini cenderung dijumpai padausia lebih dari 40 tahun. Tanda dan gejala Herpes zoster 1. Gejala prodomal a. Gejala yang mempengaruhi tubuh : demam, sakit kepala, fatige, malaise, nusea,rash, kemerahan, sensitive, sore skin penekanan kulit , neri, rasa terbakar atautertusuk , gatal dan kesemutan.

Nyeri bersifat segmental dan dapat berlangsung terus menerus atau hilang timbul. Nyeri juga bisa terjadi selama erupsi kulit. Gejala yang mempengaruhi mata : Berupa kemerahan, sensitive terhadap cahaya,pembengkakan kelopak mata. Timbul erupsi kulit Erupsi kulit hampir selalu unilateraldan biasanya terbatas pada daerah yangdipersarafioleh satu ganglion sensorik.

Erupsi dapat terjadi di seluruh bagiantubuh, yang tersering di daerah ganglion torakalis. Pada saat ininyeri segmental juga menghilang 4. Erupsi kulit yang berat dapat meninggalkan macula hiperpigmentasi dan jaringanparut pitted scar 6. Pada lansia biasanya mengalami lesi yang lebih parah dan mereka lebih sensitiveterhadap nyeri yang dialami. Pemeriksaan Penunjang Pada pemeriksaan percobaan Tzanck dapat ditemukan sel datia berinti banyak F. Komplikasi Komplikasi Herpes zoster 1. Nyeri menetap di dermatom yang terkena setelah erupsi.

Herpes zoster menghilang, batasan waktunya adalah nyeri yang masih timbulsatu bulan setelah timbulnya erupsi kulit. Gangren superfisialis, menunjukan Herpes zoster yang berat, mengakibatkanhambatan penyembuhan dan pembentukan jaringan parut.

Komplikasi mata, antara lain : keratitis akut, skleritis, uveitis, glaucomasekunder, ptosis, korioretinitis, neuritis optika dan paresis otot penggerak bolamata. Pemeriksaan diagnostic pada Herpes zoster Tes diagnostik untuk membedakan dari impetigo, kontak dermatitis dan herps simplex : 1. Tzanck Smear : mengidentifikasi virus herpes tetapi tidak dapat membedakan herpes zoster 2.

Herpes simplex. Kultur dari cairan vesikel dan tes antibody : digunakan untuk membedakandiagnosis herpes virus 4. Immunofluororescent : mengidentifikasi varicella di sel kulit 5. Pemeriksaan histopatologik.

DATA STRUCTURES IN C GS BALUJA PDF

Makalah Askep Herpes Zoster

Herpes zoster adalah suatu infeksi yang dialami oleh seseorang yang tidak mempunyai kekebalan terhadap varicella misalnya seseorang yang sebelumnya tidak terinfeksi oleh varicella dalam bentuk cacar air. Herpes zoster terjadi pada orang yang pernah menderita varisela sebelumnya karena varisela dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama yaitu virus varisela zoster. Setelah sembuh dari varisela, virus yang ada di ganglion sensoris tetap hidup dalam keadaan tidak aktif dan aktif kembali jika daya tahan tubuh menurun. VZV mempunyai kapsid yang tersusun dari subunit protein dan berbentuk simetri ikosehedral dengan diameter nm. Virion lengkapnya berdiameter nm dan hanya virion yang berselubung yang bersifat infeksius.

AUTO FUNDAMENTALS MARTIN STOCKEL PDF

Setres D. Tanda dan Gejala Daerah yang paling sering terkena adalah daerah thorakal. Frekuensi penyakit inipada pria dan wanita sama. Sedangkan mengenai umur lebih sering pada orang dewasa. Sebelum timbul gejala kulit terhadap gejala prodromal baik sistemik seperti demam,pusing, malaise maupun lokal seperti nyeri otot-tulang, gatal, pegal dan sebagainya.

DATASHEET LM723CN PDF

Herpes zoster merupakan infeksi virus yang akut pada bagian dermatoma terutama dada dan leher dan saraf. Morbiditas infeksi virus di Indonesia masih sangat tinggi. Dalam era saat ini, harus menjadi perhatian bahwa diagnosis dini hingga tatalaksana yang tepat, merupakan kompetensi dokter layanan primer. Herpes zoster rupanya menggambarkan reaktivasi dari refleksi endogen yangtelah menetap dalam bentuk laten mengikuti infeksi varisela yang telah ada sebelumnya. Hubungan varisela dan herpes zoster pertama kali ditemukan oleh Von Gokay padatahun Dan tatalaksana dalam menghadapi komplikasi klinis serta gejala sisa merupakan ranah dokter spesialis Kulit dan Kelamin serta dokter spesialis terkait lain.

Related Articles