DEMOKRASI SISTEM KUFUR PDF

Ia tidak punya hubungan sama sekali dengan Islam, baik langsung maupun tidak langsung. Demokrasi sangat bertentangan dengan hukum-hukum Islam dalam garis besar maupun rinciannya, dalam sumber kemunculannya, aqidah yang melahirkannya atau asas yang mendasarinya, serta berbagai ide dan peraturan yang dibawanya. Karena itu, kaum muslimin diharamkan secara mutlak mengambil, menerapkan dan menyebarluaskan demokrasi. Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang dibuat manusia, dengan tujuan untuk membebaskan diri dari kezhaliman dan penindasan para penguasa terhadap manusia atas nama agama. Demokrasi adalah suatu sistem yang bersumber dari manusia. Tidak ada hubungannya dengan wahyu atau agama.

Author:Gokinos Yozshulkree
Country:Burkina Faso
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):27 May 2008
Pages:481
PDF File Size:11.40 Mb
ePub File Size:17.70 Mb
ISBN:319-4-98682-489-3
Downloads:15512
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tunris



Demokrasi Sistem Kufur b. Demokrasi Sistem Kufur Sesungguhnya demokrasi saat ini mengalami deviasi makna. Tiap negara memiliki pemahaman sendiri. Demokratis di sebuah negara belum tentu demokratis di negara lain. Kaum muslimin yang mengharamkan demokrasi memahaminya sebagai bentuk pemerintahan rakyat dengan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat.

Adapun di dalam Islam, kedaulatan tertinggi di tangan Allah Swt, bukan manusia. Memahami Demokrasi Dalam Pembuatan Hukum Demokrasi adalah sebuah tatanan pemerintahan yang bersumber dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Demikian slogan yang sangat terkenal dari Benjamin Franklin tentang definisi demokrasi. Walhasil, demokrasi memberikan kepada manusia dua hal : 1. Hak Membuat Hukum legislasi. Hak Memilih Penguasa. Karena juga banyak dalil yang membolehkan untuk masuk dan mengelola pemerintahan untuk menjalankan syariat islam.

Mengapa demokrasi kufur? Demokrasi itu kufur bukan karena konsepnya bahwa rakyat menjadi sumber kekuasaan, melainkan karena konsepnya bahwa manusia berhak membuat hukum kedaulatan di tangan rakyat yang boleh jadi itu bertentangan dengan hukum Allah. Kekufuran demokrasi dari segi konsep kedaulatan rakyat tersebut sangat jelas, sebab menurut Aqidah Islam, yang berhak membuat hukum hanya Allah SWT, bukan manusia. Walaupun ayat tersebut bersifat umum, tapi itulah titik kritis dalam demokrasi yang sungguh bertentangan secara frontal dengan Islam.

Pada titik itulah, demokrasi disebut sebagai sistem kufur. Sementara, dalam sistem syura Islam kekuasaan tersebut merupakan wewenang Allah. Dialah pemegang kekuasaan hukum tertinggi.

Wewenang manusia hanyalah menjabarkan dan merumuskan hukum sesuai dengan prinsip yang digariskan Tuhan serta berijtihad untuk sesuatu yang tidak diatur oleh ketentuan Allah. Ali Imron 3 : 85 , QS. An Nisa 4 : 60,65, QS. Al Maidah 5 : 44,47,48,50, QS. Al-Hasyr: 7. Demokrasi Haram untuk: diambil, diterapkan, dan di dakwahkan.

Tidak Ada Demokrasi Islam Banyak orang apalagi masyarakat awam, beranggapan bahwa agama Islam adalah agama demokrasi.

Anggapan ini adalah anggapan yang amat salah dan tidak berdasar, sebab antara kedua istilah ini terdapat perbedaan yang amat mendasar. Berikut beberapa prinsip utama syura, yang merupakan pembeda dari demokrasi. Semoga dengan mengetahui beberapa perbedaan antara keduanya ini, kita dapat meluruskan kesalah pahaman mengenai sama tidaknya antara demokrasi dengan syura. Prinsip-prinsip Musyawarah 1. Musyawarah hanyalah disyariatkan dalam permasalahan yang tidak ada dalilnya. Sebagaimana telah jelas bagi setiap muslim bahwa tujuan musyawarah ialah untuk mencapai kebenaran, bukan hanya sekedar untuk membuktikan banyak atau sedikitnya pendukung suatu pendapat atau gagasan.

Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah tersesat, sesat yang nyata. Adapun sistim demokrasi senantiasa membenarkan pembahasan bahkan penetapan undang-undang yang nyata-nyata menentang dalil, sebagaimana yang diketahui oleh setiap orang, bahkan sampaipun masalah pornografi, rumah perjudian, komplek prostitusi, pemilihan orang non muslim sebagai pemimpin dll.

Kebenaran tidak di ukur dengan jumlah yang menyuarakannya. Oleh karena itu walaupun suatu pendapat didukung oleh kebanyakan anggota musyawarah, akan tetapi bila terbukti bahwa mereka menyelisihi dalil, maka pendapat mereka tidak boleh diamalkan. Dan walaupun suatu pendapat hanya didukung atau disampaikan oleh satu orang, akan tetapi terbukti bahwa pendapat itu selaras dengan dalil, maka pendapat itulah yang harus di amalkan.

Kebanyakan shahabat merasa keberatan dengan keputusan Abu Bakar ini, melihat kebanyakan kabilah Arab telah murtad dari Islam. Dengan memahami prinsip ini kita dapat membedakan antara musyawarah yang diajarkan dalam Islam dengan demokrasi, sebab demokrasi akan senantiasa mengikuti suara terbanyak, walaupun menyelisihi dalil. Adapun dalam musyawarah, kebenaran senantiasa didahulukan, walau yang menyuarakannya hanya satu orang. Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa Islam tidak pernah mengajarkan demokrasi, dan Islam bukan agama demokrasi.

Karena musyawarah bertujuan mencari kebenaran, maka yang berhak untuk menjadi anggota majlis syura ialah orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing, dan mereka ditunjuk oleh khalifah.

Merekalah yang memahami setiap permasalahan beserta solusinya dalam bidangnya masing-masing. Dalam menentukan sebuah kesepakatan Musyawarah ada 2 hal yang keduanya harus dibedakan: 1.

Manusia hanya boleh bermusyawarah tentang teknis pelaksanaanya saja. Sebagai contoh bila dalam musyawarah itu akan dibahas masalah status minuman kemaksiatan, maka dalam hal ini tidak boleh ada pendapat manusia yang mendukung.

Sebab statusnya sudah jelas Haram, yang perlu dimusyawarakan adalah masalah uslub teknis pelarangannya dilapangan, misalnya siapa bagian operasi sweping di toko-toko minuman, siapa bagian memburu produsennya, siapa yang menghukum pelakunya dll.

Bila yang dimusyawarahkan itu berkaitan dengan masalah Uslub Teknis maka boleh pendapat manusia diminta. Dalam hal ini ada 2 macam a. Uslub Teknis yang mencakup bidang keahlian khusus, maka yang diambil pendapat yang diajak musyawarah hanya pendapat orang yang ahli tentang masalah itu. Hal ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw pada waktu menentukan strategi di Perang Badar Al Kubra, Beliau berpendapat untuk memenangkan pertempuran pasukan harus menguasai tempat tertentu, tetapi kemudian ada seorang shahabat Khubab bin Mundhir yang menanyakan kepada beliau apakah hal ini pendapat beliau ataukah wahyu dari Allah.

Bila wahyu maka tidak akan dibantah, tetapi bila hal ini pendapat nabi, maka Khubab mengusulkan untuk menempati sebuah wadi oase di medan Badar.

Rasulullah kemudian menjelaskan ini bahwa hal ini adalah pendapat beliau pribadi, dan kemudian beliau menarik pendapatnya dan kemudian menerima pendapat Khubab sebab Khubab adalah orang yang tinggal di daerah tersebut dan merupakan orang yang paling kenal dengan medan pertempuran, seraya mengabaikan pendapat pribadi dan pendapat shahabat-shahabat yang lain. Teknis yang mencakup hal-hal yang diketahui oleh orang banyak, maka dalam hal ini pendapat mayoritas-lah yang dipakai. Kita dapat mengambil ibroh dari kisah terjadinya perang Uhud.

Rasulullah sebenarnya menginginkan pasukan bertahan di dalam kota, akan tetapi mayoritas shahabat terutama shahabat-shahabat yang usianya masih muda memilih menunggu musuh di luar kota Madinah. Karena suara mayoritas menghendaki menunggu musuh di luar kota, maka Rasulpun memutuskan untuk menunggu musuh di luar kota, walaupun beliau sendiri menginginkan di dalam kota.

Bertahan dalam kota atau menunggu musuh di luar kota adalah masalah-masalah teknis strategi pertempuran yang diketahui oleh banyak orang, karena semua shahabat adalah penduduk kota Medinah,yang mengerti seluk beluk kota Medinah.

Jadi masalah betahan di dalam kota atau menunggu musuh di luar kota bukan masalah wahyu yang sudah dinash. Maka dari sinilah kita bisa mengambil ibroh bahwa dalam masalah-masalah urusan teknis yang telah diketahui banyak orang, maka boleh diambil suara terbanyak. Di dalam istilah Islam, ada ahli syura yang tergabung dalam ahlul halli wal aqdi sebagai lembaga perwakilan rakyat.

Kepada merekalah aspirasi umat disalurkan, lalu dimusyawarahkan untuk dijalankan penguasa. QS Ali Imran Beda halnya dengan demokrasi, anggotanya dipilih oleh rakyat, merekalah yang mencalonkan para perwakilan mereka. Setiap anggota masyarakat, siapapun dia —tidak ada bedanya antara peminum khamer, pezina, dukun, perampok, orang kafir dengan orang muslim yang bertaqwa-, orang waras dan orang gendeng atau bahkan gurunya orang gendeng memiliki hak yang sama untuk dicalonkan dan mencalonkan.

Oleh karena itu tidak heran bila di negara demokrasi, para pelacur, pemabuk, waria dan yang serupa menjadi anggota parlemen, atau berdemonstrasi menuntut kebebasan dalam menjalankan praktek kemaksiatannya.

Dalam sistem demokrasi yang meyakini bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, maka rakyat akan memilih pemimpin sesuai dengan seleranya. Jika rakyat suka berjudi, maka mereka akan memilih pemimpin yang mendukung hobi mereka.

Jika rakyat suka dangdut, maka ia akan memilih partai yang mendukung dangdut. Jika rakyat hobi pengajian, maka mereka akan memilih partai yang menggalakkan pengajian. Apa saja diadakan, yang penting dapat dukungan. Slogan demokratisasi ternyata mengandung muatan kepentingan negara besar pengemban ideologi kufur sekulerisme kapitalisme. Banyak sekali slogan dan wajah manis yang disajikan di hadapan kita.

Sekilas nampak baik, tapi sebenarnya hanyalah tipuan belaka. Karenanya, waspadalah dalam mensikapi berbagai slogan dan propaganda serta aktivitas kaum imperialis di dunia Islam. Ali Imran[3] Samakah demokrasi dengan syura musyawarah? Jawab: Sama sekali tidak sama karena beberapa sebab: 1. Syura adalah hukum Allah. Sedangkan demokrasi adalah ciptaan manusia kafir,musyrik dan jahil.

Syura ditegakkan demi kemaslahatan umat yang diputuskan oleh ahlul hilli wal aqdi, yang terdiri daripada para ulama pewaris para Nabi. Sedangkan demokrasi ditegakkan demi kekuasaan dan kefanatikan terhadap golongan yang diputuskan oleh orang-orang kafir, musyrikin, ahli maksiat, laki-laki maupun perempuan meskipun di parlemen itu terdapat kaum muslimin bahkan ahli agama. Ahli syura didalam Islam tidak menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal, dan tidak mengatakan yang haq itu batil atau yang batil itu haq.

Syura didalam Islam jarang terjadi dan hanya didalam beberapa urusan yang musykil sukar diputuskan atau dipahami. Adapun didalam perkara-perkara yang telah ada ketetapannya dari Allah dan rasulnya, maka tidak diadakan Syura, sedangkan demokrasi diletakkan sebagai kuasa yang mengatur seluruh kehidupan berdasarkan undang-undang yang telah dibuat, sehingga manusia yang hidup disatu negeri dengan sistem demokrasi tidak boleh keluar atau bertentangan dengan undang-undang tersebut.

Maka, kenapa kita harus Golput? Diantara alasannya adalah sebagai berikut: 1. Tidak boleh semajelis dengan kaum kuffar QS. Tidak boleh bermusyawarah dengan yang tidak seidiologi islam QS. Harus mencontoh Rasulullah QS. Tidak boleh tasyabbuh pada kaum kuffar Kesimpulan: Ada beberapa pola dalam pemahaman tentang demokrasi.

Pola pertama memberikan penekanan pada makna skripturalistik tektualis , sehingga banyak menimbulkan gagasan formalisasi politik Islam seperti khilafah dan imamah.

Sedangkan pola kedua lebih menitik beratkan pada kekuatan makna substantif sehingga muncul pemisahan diametral antara Islam dan politik.

GASTROSQUISE E ONFALOCELE PDF

DEMOKRASI SISTEM KUFUR PDF

Ia tidak punya hubungan sama sekali dengan Islam, baik langsung maupun tidak langsung. Demokrasi sangat bertentangan dengan hukum-hukum Islam dalam garis besar maupun rinciannya, dalam sumber kemunculannya, aqidah yang melahirkannya atau asas yang mendasarinya, serta berbagai ide dan peraturan yang dibawanya. Karena itu, kaum muslimin diharamkan secara mutlak mengambil, menerapkan dan menyebarluaskan Demokrasi. Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang dibuat manusia, dengan tujuan untuk membebaskan diri dari kezhaliman dan penindasan para penguasa terhadap manusia atas nama agama.

A PICTORIAL CYCLOPEDIA OF PHILIPPINE ORNAMENTAL PLANTS PDF

Demokrasi : Sistem Kufur

Abu Muhammad al-Maqdisi — Agama Demokrasi. Pembahasan mengenai Demokrasi adalah diin agama kufur dan para penganutnya adalah Aprilianti Aprilianti marked it as to-read Jan 23, Solusi genocide muslim Demokrssi adalah…. Dani Siregar rated it it was amazing Feb 13, Terkhusus untuk imam Muslim, dalam penyusunan kitabnya ia melakukan penyusunan yang sistematis. Saktia Oktarini marked it as to-read Sep 06, Idea liberalisme bukanlah suatu perkara yang baru dalam negara yang mengamalkan sistem demokrasi. Hakikatnya, sistem demokrasi yang berasaskan sekularisme ini merupakan sebuah sistem yang berasaskan idea-idea kebebasan yang menggariskan empat hak kebebasan iaitu kebebasan berpendapat atau berfikir, kebebasan bertingkah laku, kebebasan bersuara, dan kebebasan hak pemilikan.

ELIXIRES DEL DIABLO PDF

.

COURS DE METALLURGIE EXTRACTIVE PDF

.

Related Articles